Makin Keras, Makin Hepi

23 10 2009

Libido boleh menggebu namun percuma saja bila tak mampu ereksi. Apalagi orgasme lelaki mengandalkan ereksinya. Selain itu, bagaimana bisa memuaskan pasangan bila “si jago” tak mampu berkokok?

1115239p
Tak heran bila pria selalu menyimbolkan ereksi sebagai faktor “kejantanan”. Sebuah survei yang dilakukan raksasa farmasi Pfizer, produsen obat antiimpoten, Viagra, membuktikan hal tersebut lewat survei yang dilakukan pada 8.576 pria dan wanita di 12 negara Eropa.

Menurut survei tersebut 95 persen pria dewasa mengatakan kemampuan seks pria sangat penting untuk mendapatkan kehidupan seks yang baik. 85 persen pria percaya kemampuan seks adalah faktor terpenting untuk memuaskan pasangannya. Mengenai hal ini tiga perempat responden wanita setuju.

Yang menarik, lebih dari tiga perempat wanita merasa pasangan mereka ingin memiliki kadar ereksi yang lebih keras untuk meningkatkan kemampuan seks mereka.

Pria Spanyol merupakan kelompok yang paling peduli soal ereksinya. 83 persen mengatakan mereka ingin ereksinya lebih keras supaya bisa membuat pasangannya puas. 80 persen pria Turki dan 76 persen pria Italia juga berpendapat sama. Sementara itu pria Jerman ternyata sudah cukup puas dengan kadar ereksi “yunior” mereka, hanya 40 persen saja yang berharap ereksinya bisa lebih keras lagi.

“Hasil survei ini menguatkan berbagai survei sebelumnya yang menyatakan bagi pria tingkat kekerasan ereksi menentukan kepercayaan diri mereka dalam memuasakan pasangannya,” kata Dr John Dean, ahli seksologi dari London Clinic.

Untuk mendapatkan performa seks yang memuaskan, pria perlu memiliki rasa percaya diri. Dalam hal ini mereka merasa penis yang keras adalah hal yang penting agar pasangannya puas, demikian menurut Dean.

Survei ini juga menunjukkan bertambahnya usia membuat pria makin khawatir pada tingkat “kekerasan” penis mereka. 90 persen responden percaya hilangnya kepercayaan diri pria bisa berpengaruh buruk bagi kehidupan ranjang mereka.

Menurut Ian Banks, dokter dan konsultan Men’s Health Forum, Inggris, mengatakan, problem ereksi bisa menimpa pria segala usia. Hasil survei ini menunjukkan 70 persen pria Eropa berusia 25-64 tahun masih yakin penis mereka cukup “greng”. Sedangkan satu dari dua pria berusia 55-64 tahun merasa ereksi mereka tak sekeras dulu lagi.

“Memudarnya rasa percaya diri dan cemas takut tak bisa memuaskan pasangan justru akan membuat kemampuan seksual pria menurun,” kata Banks. Secara umum, rata-rata pria yang disurvei merasa kurang percaya diri dengan kadar ereksinya dan ingin lebih keras lagi untuk membuat pasangannya happy.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: