Keistimewaan Rasulullah SAW diantara Para Nabi dan Rasul Lainnya

30 01 2010

Dinukil dari Musa bin Ja’far, dari ayahnya Ja’far Shadiq, dari ayah-ayahnya, dari al-Husain bin Ali bin Abi Thalib, dikatakan bahwa seorang Yahudi dari Syam pernah membaca Taurat, Zabur, Injil dan kitab-*kitab para nabi As, di samping itu ia juga banyak mengetahui argumentasi mereka. Suatu hari orang ini datang ke sebuah majelis para sahabat Rasulullah Saw di antara mereka ada Ali bin Abi Thalib, Ibnu Abbas dan Abu Ma’bad al-Juhani.

“Wahai umat Muhammad, kalian tidak tinggalkan satu derajat atau satu keistimewaan yang ada pada seorang nabi melainkan kalian berikan pula pada nabi kalian,” ujarnya. Lalu Yahudi itu bertanya, “Apakah kalian dapat men*jawab pertanyaan-pertanyaanku ini?”

“Benar,” jawab Ali “Tidaklah Allah Swt memberikan suatu derajat dan keis*timewaan kepada seorang nabi atau rasul me*lainkan Allah berikan juga semuanya kepada Nabi Muhammad Saw, bahkan Dia melebih*kannya atas para nabi berlipat ganda.”

“Apakah Anda siap menjawab pertanyaan*ku?” tanyanya.

Ali menjawab, ‘Iya, Silahkan.’ Akan aku sebut di hadapanmu sekarang juga tentang keis*timewaan Rasulullah Saw sehingga kaum Muslimin bersorak ceria dan orang-orang ragu-ragu tidak akan menyangsikannya lagi. Dan Rasulullah Saw pada saat menyebutkan keisti*mewaan dirinya beliau selalu berkata, “tidak bermaksud bangga” (wa la fakhr).” Dan aku akan menyebutkan keistimewaan-keistimewaan beliau tanpa menjatuhkan dan mengurangi kedudukan para nabi As Namun, sekedar men*syukuri Allah Swt atas anugerah yang Dia berikan kepada baginda Muhammad Saw seperti yang diberikan kepada para nabi bahkan Allah Swt melebihkan beliau.”

Aku akan bertanya kepadamu, siapkanlah jawabannya! Ujar si Yahudi itu. “Sampaikan pertanyaanmu, tegas Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Yahudi berkata, “Lihatlah Adam As, Allah memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepadanya. Apakah Allah Swt berbuat yang sama terhadap Muhammad ?”

Ali menjawab, `Ya.’ Ketika Allah memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepada Adam As bukan berarti mereka menyem*bah Adam As, tetapi mereka mengakui keuta*maan Adam As dan karena kasih sayang Allah kepadanya. Namun, Muhammad Saw telah di*beri kehormatan yang lebih dari itu. Allah SWT bershalawat atasnya di alam Jabarut dan juga malaikat seluruhnya. Bahkan Allah menjadikan shalawat atasnya sebagai suatu ibadah bagi orang-*orang mukmin. Itu adalah suatu keistimewaan Muhammad Saw, wahai orang Yahudi.” Jawab Ali.

Sesungguhnya Allah telah mengampuni Adam setelah melakukan kesalahan, ” kata si Yahudi. “Benar. Allah memberi ampunan kepada Muhammad tanpa suatu kesalahan yang pernah dilakukan olehnya. Allah Swt berfirman, “Allah hendak mengampunimu dosa yang telah lalu dan yang akan da*tang.” (Qs.al-Fath : 2) Sesungguhnya Muhammad Saw di hari kiamat kelak tidak akan membawa dosa dan tidak akan dituntut karena perbuatan dosa.”
———————————————————————————————————————————————————-

Dinukil dalam sebuah riwayat bahwa seorang Yahudi dari Syam pemah membaca Taurat, Zabur, Injil dan kitab*kitab para nabi as, juga banyak mengetahui argumentasi mereka, datang ke sebuah majelis para sahabat Rasulullah saw di antara mereka ada Sayyidina Ali bin Abi Thalib, Ibnu Abbas dan Abu Ma’bad al-Juhani.

“Wahai umat Muhammad, kalian tidak tinggalkan satu derajat atau satu keistimewaan yang ada pada seorang nabi melainkan kalian berikan pula pada nabi kalian,” ujarnya. Lalu Yahudi itu bertanya, “Apakah kalian akan men*jawab pertanyaan-pertanyaanku ini?”

“Benar,” jawab Ali “Tidaklah Allah Swt memberikan suatu derajat dan keis*timewaan kepada seorang nabi atau rasul me*lainkan Allah berikan juga semuanya kepada Nabi Muhammad Saw, bahkan Dia melebih*kannya atas para nabi berlipat ganda.”

“Apakah Anda siap menjawab pertanyaan*ku?” tanyanya.

Ali menjawab, ‘Ya.’ Akan aku sebut di hadapanmu sekarang juga tentang keis*timewaan Rasulullah Saw sehingga kaum Muslimin senang dan orang-orang yang sangsi tidak akan meragukannya lagi.

Dan Rasulullah Saw pada saat menyebutkan keisti*mewaan dirinya beliau selalu berkata, “tidak bermaksud bangga” (wa la fakhr).” Dan aku akan menyebutkan keistimewaan-keistimewaan beliau tanpa menjatuhkan dan mengurangi kedudukan para nabi as. Namun, sekedar ungkapan syukur kepada Allah Azza Wajalla atas anugerah yang Dia berikan kepada Muhammad Saw seperti yang diberikan kepada para nabi bahkan Allah Swt melebihkan beliau.”

Aku akan bertanya kepadamu, siapkanlah jawabannya! Ujar si Yahudi itu. “Sampaikan pertanyaanmu, tegas Ali bin Abi Thalib. Yahudi berkata, “Coba lihat Ibrahim As, dia telah menge*tahui Allah Swt dengan kontemplasi.”

Ali berkata, “Ya hal itu benar. Namun Muhammad Saw telah diberi sesuatu yang lebih dari itu. Beliau telah mengenal Allah Swt dengan kontemplasi dan perenungan sebagaimana Ibrahim As. Namun, Nabi Ibrahim As mengenal Allah da*lam usia lima belas tahun sementara Muhammad Saw mengenal-Nya semenjak usia tujuh tahun. Suatu waktu sejumlah pedagang Nasrani datang. Mereka menurunkan dagangan mereka di antara bukit Shafa clan Marwa.’ Sebagian dari mereka melihat Muhammad Saw. Dari perjumpaan itu mereka mengenal sifat, karakter, dan berita akan kemunculannya sebagai nabi dan mereka mengetahui beberapa mukjizatnya.

Para pedagang Nasrani itu bertanya kepada Muhammad Saw “Wahai bocah kecil, siapa namamu?” Bocah itu menjawab, “Muhammad.” Mereka bertanya, “Siapa nama ayahmu?” Ia menjawab, “Abdullah.” Mereka bertanya, “Apa nama ini (seraya menunjuk ke bumi)?” Beliau menjawab, “Bumi.”

Mereka bertanya, “Apa nama itu (seraya menunjuk langit)?” Beliau men*jawab, “Langit.” Mereka bertanya, “Siapa yang menciptakan bumi dan langit?” Beliau men*jawab, “Allah.” Lalu Muhammad Saw bertukas, “Apakah kalian meragukanku ten*tang Allah Swt? Celaka kamu, wahai Yahu*di.” Beliau telah mengetahui Allah dengan perenungan pada saat kaumnya kufur, bersumpah dan menyembah patung-patung, tetapi beliau berkata, “Tiada Tuhan selain Allah.”

Orang Yahudi berkata, ” Ibrahim As telah terhijabi dari mata Namrud sebanyak tiga kali.”

Ali berkata, “Ya benar. Namun Muhammad Saw telah terhijabi dari mata orang-orang yang hendak membunuhnya seba*nyak lima kali. Sama tiga jumlahnya dan bah*kan lebih dua.

Kelima hijab yang dimaksud adalah ketika Allah berfirman, “Dan Kami jadikan penutup di hadapan mereka, adalah hijab (penutup) yang pertama. “Dan dari belakang mereka, ” adalah hijab yang kedua. “Lalu Kami tutup mata mereka sehingga mereka tidak dapat melihat,” (QS. Yaasin [36]: 9) adalah hijab yang ketiga. Hijab yang keempat adalah firman Allah SWT yang berbunyi,

“Dan jiku kamu membaca Al-Qur’an, Kami jadikan di antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman dengan akhirat sebuah hijab yang menutupi, (QS. al-Isra’ [17]: 45)

Sedangkan hijab yang kelima adalah firman Allah Swt yang berbunyi, “Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu di leher nereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, maka karena itu me*reka tertengadah.” (QS. Yaasin [36]: 8)

Orang Yahudi berkata, “Sesungguhnya Ibrahim As telah membungkam mulut orang ka*fir dengan kenabiannya.”

Ali berkata, “Itu benar! Namun Muhammad Saw pernah didatangi orang yang men*dustakan hari kebangkitan setelah kematian, orang itu adalah Ubai bin Khalaf al-Jumahi, dia membawa tulang yang hancur lalu berkata, “Wahai Muhammad, siapakah yang akan meng*hidupkan kembali tulang belulang ini padahal sudah hancur?” Lalu Allah menurunkan atas Muhammad sebuah ayat yang membungkam mulut orang itu, “Yang akan menghidupkannya kembali ada*lah Yang menciptakannya kcili pertama. Dia Maha Mengetahui akan segala sesuatu.” (QS. Yaasin [36]:79)

Akhirnya orang itupun pergi terbungkam. Orang Yahudi berkata, ” Ibrahim telah menghancurkan patung-patung kaumnya dengan marah karena Allah Swt.”

Ali berkata, “Ya itu memang benar. Namun Muhammad Saw telah merobohkan tiga ratus enam puluh patung dalam Ka’bah dan mem*bersihkan semenanjung Arabia dari patung-pa*tung serta mengalahkan orang-orang yang me*nyembah patung dengan pedang.”

Orang Yahudi berkata, “Ibrahim As pernah dilemparkan oleh kaumnya ke dalam api, tetapi dia pasrah dan sabar, akhirnya Allah menjadikan api itu dingin dan menyelamatkan*nya. Apakah Allah berbuat yang sama terhadap Muhammad?”

Ali berkata, “Hal itu memang benar. Namun ketika Muhammad pergi ke Khaibar, seorang wanita Khaibar meracuninya, tetapi Allah men*jadikan racun itu dingin (tidak bereaksi) di da*lam perutnya sampai akhir ajalnya. Padahal racun itu, jika berada di dalam perut akan mem*bakar seperti api membakar. Itu adalah kekua*saan-Nya, janganlah kamu mengingkarinya.”
———————————————————————————————————————————————————-

Yahudi yang telah mengetahui keutamaan Nabi Muhammad Saw atas Nabi Adam dan Nabi Idris, tetap tidak bergeming untuk membandingkan Nabi dengan nabi-nabi lainnya. Dengan bekal Zabur, Taurat, Injil yang ia kuasai, ia menceritakan keutamaan-keutamaan yang dimiliki oleh nabi-nabi lainnya di hadapan Ali bin Abi Thalib dan sebagian kaum Muslimin. Kini ia membandingkan Nabi Muhammad Saw dan Nabi Nuh As.

Diriwayatkan dari Musa bin Ja’far, dari ayahnya Ja’far Shadiq, dari ayah-ayahnya, dari al-Husain bin Ali bin Abi Thalib, Yahudi yang menguasai Zabur, Taurat, Injil itu berkata, lihatlah Nabi Nuh As, dia bersabar karena Allah Swt, dan dia memaaf*kan kaumnya di saat mereka mendustakannya,” kata Si Yahudi.”

Ya, itu benar!” jawab Ali. “Nabi Muhammad Saw juga demikian adanya. Dia ber*sabar karena Allah telah memaafkan kaumnya pada saat mereka mendustakannya, mengusir*nya dan melemparinya dengan kerikil. Abu Lahab pernah meletakkan kotoran kambing di atas kepalanya , lalu Allah memerintahkan Malaikat Ja’abil (malaikat penjaga gunung) untuk menemui Nabi Muhammad Saw. Malaikat Ja’abil berkata kepada Muhammad Saw “Bahwa dirinya diperintahkan oleh Allah untuk mentaati Nabi Saw. Apabila Anda ingin agar aku menghimpit mereka dengan gu*nung, maka akan aku binasakan mereka,” kata Ja’abil.

“Aku diutus sebagai rahmat,” ujar Nabi Saw. Bahkan Nabi Saw memanjatkan doa untuk mereka: “Ya, Allah, berilah petunjuk kepada umatku karena mereka be*lum mengetahui.”

Orang Yahudi itu kembali berkata, “Nabi Nuh As berdoa kepada Tuhannya, lalu turunlah hujan deras dari langit.”

“Ya itu benar. Nabi Nuh As berdoa dalam keadaan marah sementara hujan deras diturun*kan Allah Swt karena kasih sayang,” jawab Ali. “Ketika Nabi Saw hijrah ke Madinah, datang penduduk Madinah pada hari Jumat kepadanya, “Wahai Rasulullah, sudah lama hujan tidak turun. Pohon-pohon mengering dan dedaunan berguguran,” keluh mereka. Lalu beliau mengangkat kedua tangannya sehingga tampak putih lipatan pang*kal kedua tangannya. Langit yang semula ber*sih tidak berawan tiba-tiba berubah menjadi gelap dan turunlah hujan deras, begitu derasnya sehingga seorang pemuda yang gagah perkasa hampir mati ketika pulang ke rumahnya karena derasnya hujan yang mengakibatkan banjir. Kejadian itu berlangsung selama seminggu. Mereka kembali mendatangi beliau pada hari Jumat berikutnya, “Ya Rasulullah, rumah-*rumah menjadi hancur, lalu lintas kendaraan dan trans*portasi lumpuh!” keluh mereka lagi. Beliau ter*senyum sejenak,” Beginilah sifat manusia cepatnya bosan,” katanya. Lalu Nabi Saw berdoa, “Ya Allah, jadikanlah ini semua menguntungkan kami dan tidak membahayakan kami.” Maka hu*janpun mulai reda di sekitar kota Madinah se*dangkan di kota Madinah sendiri hujan berhenti total. Itulah mukjizat Nabi Muhammad saw.”

dikutip dari : http://www.myquran.com


Aksi

Information

One response

5 03 2010
apendi

kasanah jum,atnya bagus tentang rasululoh tapi kan rosululoh kondisi taunnya berbeda dengan sekarang,saya meminta konsep rosululoh di sesuaikan dengan jaman sekarang dan kondisi indonesai ,jadi kuran yang tafsir indonesia,tahun201o.sesuai bahasa saya bukan arab tapi sunda, sy minta itu saj ygagak rasional bukan ala jahiliah’disesiakan dengan konsep al balad, dan an nas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: