Mulutmu adalah Harimaumu

1 02 2010

Komunikasi sebenarnya telah diajarkan oleh Sang Pencipta Allah SWT, melalui kitabnya Al-Qur’an tentang bagaimana pentingnya komunikasi bagi umat manusia. Selain itu metode dakwah Islam yang dilakukan oleh Rasulullah SAW sebenarnya telah menerapkan prinsip komunikasi. Keberhasilan dakwah tidak bisa dilepaskan dari penerapan cara komunikasi Rasulullah SAW yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat saat itu.

“Mulutmu adalah harimaumu”. Pernah kita dengar kan peribahasa itu? Memang, kata-kata yang kita ucapkan memiliki kekuatan besar terutama bila kita betul-betul mengerti apa yang terkandung didalam kata-kata tersebut.

“Communication is the key to success” sebuah statement yang juga kerap kita dengarkan namun masih banyak yang gagal menerapkannya, berbagai alasan mengemukakan mulai dari ketidak percayaan diri, ketidaksempurnaan alat ucap (articulator) sampai dengan penampilan fisik yang tidak memadai.

Banyak diskusi tentang komunikasi telah dilakukan, namun tidak juga membantu mengatasi persoalan sulitnya berkomunikasi secara berhasil guna. Tidak mengherankan memang! Karena diskusi mengenai komunikasi sebagian besar didasarkan pada teori-teori “kering” tanpa ada kejelasan bagaimana mempraktekkannya didunia nyata. Yang ada hanyalah kerangka teoritis yang sulit dicerna karena banyak menggunakan contoh-contoh dengan pendekatan budaya yang terjadi dibelahan bumi lain (disebabkan banyak bahan yang diambil berasal dari buku-buku terjemahan). Ketika diterapkan di tempat hidup kita, teori tersebut belum tentu sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Sebenarnya kesulitan berkomunikasi yang paling besar berada dalam diri kita sendiri selain yang sudah dikemukakan diatas yaitu kurang yakin, kurang percaya diri, sikap memandang orang lain kurang, lebih mendominasi apalagi tinggi hati merupakan sikap-sikap yang dapat membuat kita kesulitan dalam berkomunikasi yang harus di swicth dan melatih kebalikannya.

Ada beberapa hal yang dapat membantu kita untuk berkomunikasi lebih baik yaitu dengan cara yang penuh kasih, enak didengar, serta efektif.

1. Communicate Effectively

Lakukan komunikasi secara efektif, hindari tindakan pemberian instruksi yang tidak jelas atau ambigious (mengandung makna ganda). Ingatlah tidak semua pendengar memiliki intelegensia seperti anda, maka untuk menajamkan komunikasi yang efektif ini kita perlu belajar bagaimana membuat setiap artikulasi kita jelas dan bermakna tunggal sehingga kesalahpahaman tidak akan terjadi. Komunikasi efektif Joseph de Vito, pakar komunikasi menyebut ada 5 kualitas umum untuk dipertimbangkan untuk efektifitas sebuah komunikasi diantaranya yaitu:

Ø Openess, adanya keterbukaan.

Ø Supportiveness, saling mendukung.

Ø Positiviness, bersikap positif.

Ø Empathy, memahami perasaan orang lain.

Ø Equality, kesetaraan.

2. Good Communication Erases Life Matters

Komunikasi yang didasari dengan pengertian yang baik dan bijaksana akan menghapus segala persoalan kehidupan. Kesalahpahaman dan pertikaian hanya dapat diselesaikan dengan komunikasi, sehingga tidaklah terlalu berlebihan jika dikatakan bahwa komunikasi adalah obat mujarab bagi segala persoalan. Bila ada orang yang complaint terhadap jasa dan produk kita, misalnya jika kita menanganinya dengan komunikasi yang baik, tutur kata yang sopan dan lemah lembut, semarah apapun orang tersebut sebelumnya, komunikasi yang baik akan dapat mengatasi semuanya itu.

3. Simplify Your Words

Banyak orang yang lupa (atau pura-pura lupa) menyederhanakan kosa kata yang digunakan ketika berkomunikasi dengan orang lain. Tidak menyadari latar belakang gaya bahasa, istilah dan kebiasaan berbahsa orang yang diajak berkomunikasi. Misalkan Bahasa kantor yang sangat teknis dan njilimet menghiasi sebuah percakapan, sekalipun orang yang diajak bicara telah mengernyitkan dahi ketika mendengarkan, malah terkadang hal tersebut dapat membuat bangga bahwa mereka telah menggunakan bahasa formal nan tinggi sehingga orang-orang mungkin saja menganggap mereka sebagai kaum intelektual.

4. Use Proper Words in Proper Place

Penggunaan kata-kata harus disesuaikan dengan tempat dimana komunikasi itu berlangsung, tidak semua kata dapat diterapkan di semua tempat, kata-kata bermakna bahagia, penuh semangat tidak mungkin dapat digunakan ditempat dimana orang sedang ditimpa kemalangan . Ucapan atau istilah dalam pergaulan sehari-hari tentu tidak dapat dipakai ketika memandu seorang narasumber dalam sebuag talk show formal. Tempat sangat mempengaruhi bagaimana kita harus memilih kata yang tepat.

5. Go Down to Earth When You Speak

Gunakan cara berbicara yang membumi dengan pilihan materi yang dapat dimengerti oleh orang-orang di sekitar kita. Pada dasarnya tidak ada gunanya kita berbicara dengan bahasa intelektual tinggi jika itu tidak dapat dimengerti oleh pendengarnya. Disamping itu kerangka berpikir sederhana namun sistematis harus dikedepankan sehingga setiap penjelasan kita akan mudah dipahami dan diikuti dengan mendalam. Yang tak kalah pentingnya yaitu nada berbicara kita juga harus diperhatikan agar tidak menimbulkan kesan menggurui, dan cenderung mengandung sebuah penghinaan sehingga membuat efek yang terburuk yaitu pendengarnya merasa kecil hati atau terhina dengan apa yang kita sampaikan yang sebenarnya hanya sebuah penyampaian informasi yang ingin dibagikan kepada orang lain, karena nada dalam berbicara dapat mengubah arti dan maksud dari sebuah perkataan misalnya perkataan yang hanya sekedar informasi apabila disampaikan dengan nada berbicara yang meninggi ataupun merendah maka akan diterima dengan arti dan maksud yang berbeda oleh pendengarnya.

6. Keep Your Message Simple and Short

Adalah lebih baik jika kita dapat meringkas apa yang ingin kita sampaikan dalam kalimat-kalimat singkat, padat, tepat, dan memikat. Kalimat-kalimat yang panjang bukan hanya melelahkan penuturnya, melainkan juga melelahkan pendengarnya. Yang jauh lebih penting disini bukanlah panjang kalimat tetapi sejauh mana esensi percakapan itu dapat ditangkap oleh pendengarnya.

7. Focus on What You Talk About

Jika anda dihadapkan pada pertanyaan atau pernyataan yang tidak menyangkut apa yang sedang anda bicarakan atau tidak berhubungan langsung dengan anda sebaiknya penilaian tidak diberikan. Disni kita diajarkan untuk focus terhadap apa yang tengah kita bicarakan.

8. Your Speech is Your Ads, so Be Creative

Banyak orang tidak menyadari bahwa setiap komunikasi dilakukan dengan siapa saja, dimana saja, kapan saja, mereka sesungguhnya sedang “menjual diri” mereka kepada orang yang sedang berhadapan dengan mereka. Baik buruknya image diri sangat ditentukan oleh apa yang keluar dari mulut mereka. Oleh karena itu susunlah kalimat-kalimat kreatif dengan cara memilih kata-kata yang positif, dinamis dan berkekuatan karena “inilah iklan” diri kita.

9. Tell the Reason Why You Speak about It

Ketika memulai sebuah presentasi atau penyampaian gagasan jangan lupa jelaskan alas an mengapa hal itu perlu disampaikan pada kesempatan tersebut. Melalui alas an yang anda sampaikan orang-orang akan memahami latar belakang tersebut dan selanjutnya akan dapat mengikuti penyampaian anda dengan lebih efektif dan positif.

10. Speak Without any Borders

Bicaralah dengan bebas tanpa ada tekanan dan ketakutan. Jika ada hal yang membebani anda sebaiknya percakapan tidak dilakukan, sebab hanya akan memberikan hasil yang tidak maksimal yang pada batas tertentu ”memalukan” karena kehilangan inti pembicaraan yang berarti. Komunikasi yang dibatasi sedemikian rupa dalam hal topic dan tempat akan menjadi sebuah hambatan dari komunikasi itu sendiri, dan merugikan semua pihak, komunikator dan komunikan. Bahkan bukan tidak mungkin hal itu justru akan menimbulkan kecurigaan, dugaan-dugaan negative dan destruktif terhadap tujuan komunikasi itu sendiri. Jika hal ini terjadi apapun yang disampaikan dalam komunikasi itu tidak akan membawa banyak arti ataupun manfaat.

11. Consider Community’s Values

Pertimbangkan nilai-nilai yang hidup dimasyarakat dimana kita sedang memberikan pembahasan terhadap suatu hal. Kesalahan dengan menerobos nilai-nilai ini secara negative akan berdampak antipati terhadap diri kita.

12. Cancel the Complicated Matters

Persoalan rumit yang belum cukup matang kita pahami sebaiknya ditunda saja perbincangannya. Hal ini tidak akan mengurangi rasa hormat orang lain terhadap kita. Justru sebaliknya akan memberikan kesempatan kepada orang lain untuk tidak mebebani pikiran mereka dengan hal-hal rumit yang belum saatnya untuk dipahami secara sederhana.

13. Quote Others to Ease Your Speech

Kita tidak memiliki cukup waktu untuk mengalami sendiri semua peristiwa yang pernah terjadi dimuka bumi ini. Untuk itu catatan sejarah tentang apa yang pernah terjadi dapat kita kutip. Kutipan ini tidak hanya mempermudah pembicaraan kita tetapi juga memperindahnya.

14. Don’t Butt In!

Setiap orang memiliki dua telinga dan satu mulut. Artinya lebih banyaklah mendengar daripada berbicara. Justru dari mendengar kita belajar bukan dari berbicara.

15. Never Plan What to Say When Listening

Jangan melakukan self-mind chatting ketika mendengarkan orang lain sedang berbicara dengan kita. Berbicara dengan pikiran sendiri dan menyusun rencana selanjutnya untuk disampaikan akan mengganggu kelancaran komunikasi.

16. Don’t Make Assumption Communication is not Easy

Jangan suka berasumsi berkomunikasi (yang baik dan benar) tidak mudah. Terutama dalam situasi yang sulit dan sensitive. Jadi, jangan menginterpretasikan atau mengasumsikan bahwa anda tahu persis pikiran dan maksud lawan bicara.

17. Don’t Lie

Apakah anda senang bila dibohongi? Apakah anda berharap orang yang dekat dengan anda berbohong pada anda? Jawabannya pasti “tidak”. Oleh karena itu pastikan anda jujur. Dengan cara ini otomatis anda memberi contoh dan memberi gambaran ingin agar orang disekitar anda jujur pada anda dan bila tidak, anda berhak untuk mengeluh tetapi apabila anda tidak jujur, maka anda tidak berhak untuk mengeluh. Kejujuran merupakan cara yang terbaik dan hanya satu-satunya cara untuk meyakinkan bahwa anda mendapatkan apa yang anda perlukan.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: